Lokasi Mie Ayam ini hanya mengambil tempat disudut jalan sebuah perempatan dekat Makam pahlawan Binjai. Hanya sebuah gerobak kecil ukuran standart penjual Mie Ayam jalanan pada umumnya. Dia mangkal disudut jalan itu, tanpa penutup (jika musim hujan dia hanya menyediakan sedikit penutup), hanya ada 3 bangku plastik yang disediakannya. Pelanggan yang membeli dan makan ditempat jongkok di pinggir jalan sekitar gerobak penjual, ada pula yang duduk di sepeda motornya, atau makan didalam mobilnya. Tapi entah kenapa pelanggan selalu ramai.(namanya juga enak dik) *ketawa devil
Apakah ada praktek perdukunan yang melatar belakangi suksesnya?? Entahlah. Aku tak tahu pasti. Yang jelas, teman-temanku yang menyebut bapak penjualnya sebagai “om sukses” kenapa? ya karena dia sukses buat usaha nya, *hahaha
Aku hanya pernah membeli Mie Ayam ini tiga kali, rasanya lumayaann siiihhh..harga memang “kaki lima” tapi bukan termasuk rasa “bintang lima”.. Tapi, pembelinyaaaaa…ampun dahhh..bejibun seantero truk FUSO.
Hmmm….lapaknya tetap dipojokan itu, gerobak tetaplah gerobak birunya yang kusam itu, kursi tetap tiga biji, tetapi di sisi gerobak itu kini nongkrong seonggok besi bermesin yang mengkilap kinyis-kinyis, cling-cling… Ternyata si-om itu bisa dikatakan sukses finansial, dan dia tetap menjaga citarasa yang dulu.
Sekian dulu teman celotehnya,
salam corattcorett


itu mienya bisa di coba gk? :)
BalasHapuskayaknya kalo seseorang sukses itu pasti ada piu..piu.. yang membantu :)
Ane lama lama di binjai sekarang di jakarta,untuk rasa mie ayam yg pernah ane coba,belum ada yang bisa ngalahin rasa mie ayam pahlawan binjai.
BalasHapus